Review Sony Xperia E4

24
Komitmen Sony untuk terus memasarkan smartphone terbarunya di banyak negara tak pernah pudar, tak terkecuali di Indonesia. Belum lama, produsen smartphone asal Jepang ini telah menelurkan satu perangkat terbarunya, Xperia E4 Dual. Smartphone ini merupakan versi Dual Sim Card yang dikembangkan oleh Sony.
Memiliki bentang layar IPS kapasitif touchscreen 5,0 inci, Xperia E4 Dual memiliki rasio screen-to-body 67,4% dan resolusi 540 x 960 piksel dengan kerapatan layar 220 ppi. Smartphone ini memiliki ketebalan 10,5 mm dengan bobot sekitar 144 gram.
Penasaran dengan hapenya,yuk kita baca ulasanya sob.

Design

Dari sisi Design Xperia E4 ini otomatis akan dibandingkan dengan design iconic Microsoft Lumia. Karena sistem penguncian back covernya mirip.

Menyulitkan untuk dilepas – pasang, namun begitu udah kepasang, Back cover bakal terkunci dengan kuat…..walau kuat, bukan berarti solid ya, karena bunyi kriuk2 ketika body diremas masih sedikit terdengar.

Sama dengan tombol2 power dan volume yang juga terasa masih kurang solid waktu diteken teken.

Material punggung-nya plastik banget, licin, namun keuntungannya bebas minyak dari sidik jari, dan berfungsi sebagai bemper yang efektif melindungi setiap bidang Smartphone ini ….. kecuali di bagian layar yang sangat disarankan untuk dilapisi lagi dengan tempered glass.

Tiga polesan warna Chrome di tombol power, Tulisan Sony di belakang, juga cincin sekeliling kamera walau belum mampu mengangkat estetika design-nya ke-level “design yg berkelas”, namun minimal bisa berfungsi sebagai aksen pembeda.

LED Notifikasi sudah tersedia disini

Jadi design-nya….buat ABG yg agak sembrono make HP, cucok laah, karena terlihat di design…build to last ataugak gampang rusak,

apalagi layarnya yg katanya udah pake antigores …..dilapis lagi ama tempered glass. Udah deh mantap

dan kalau kamu dapet unit yang dikasih bonus HardCase Cover, pilihan warnanya akan lebih menonjolkan kesan fun, dan masalahback cover yg licin, tuntas teratasi dengan tekstur matte yg dimiliki hardcase gratisan tersebut.

 

User Interface

Berjalan di atas Android KitKat 4.4.4 ,ada dua yang saya bisa katakan untuk User Interfacenya….. yaitu Simple, dan matang.

Simple karena tampilannya gak jauh beda dengan UI Android murni yang memudahkan pengguna Xperia baru untuk beradaptasi. Kematangan UI-nyaini bahkan masih berlanjut ke Interface kamera, juga Music player yang akan dibahas di segmen2 berikutnya.

Display

Bentangan layar IPS-nya sudah 5 Inch namun resolusinya belum HD, dan masih di berlabel qHD 540 x 960, yang punya kerapatan di 220 Pixel per inch

Sudah diklaim memiliki proteksi anti gores, walaupun tidak disebutkan apakah gorilla glass, atau dragontrail Glass, namun sepertinya belum diberi lapisan anti minyak dan sidik jari.

Walau Sony terkenal dengan teknology Display yg jempolan, namun tampaknya embel2 Triluminos Display atau juga X-Reality Engine yang biasa ditanamkan pada Smartphone2 Sony kelas menengah dan atas belum ada di Xperia E4 ini

Hasilnya …..layar Xperia E4 ini masuk dalam kategori biasa-biasa saja. Ketajaman Gambar, Kedalaman Warna, hingga keterlihatan pada sudut pandang yang rendah…..walau gak jelek, …. tapi gak harus bilang wow juga.

Dan walau sudah dilengkapi sensor autobrightness, namun kecerahan layarnya belum bisa menjadi lawan yg sepadan dari sorotan langsung sinar matahari pada penggunaan outdoor.

Jadi layar Xperia E4…. gak istimewa….. tapi gak ada masalah buat pemakaian sehari2

Hardware

Dijajal Game2 Berat seperti Kritika, Riptide GP 2, sampe Modern Combat 5 Blackout, walau belum lepas dari lag2 ringan, namun pengalaman gaming di Xperia E4 terbilang menyenangkan.

Resolusi layar yg belum HD terasa meringankan beban kerja processor, GPU plus RAM,

Panas yang terasa pada cover belakang, juga Lag yang kadang2 nongol pun …. masih jauh dari kadar mengganggu gameplay kita…. semuanya masih didalam batas toleransi.

Setengah jam penuh bermain Game Kritika, suhu back cover masih terasa nyaman di 42 Drajat celcius,sesuai ekspektasi saya yg sejauh ini cukup terpuaskan dengan Chipset Mediatek MT 6582, yg juga pernah saya coba pada LG G3 Stylus dan Huawei Honor 3C, dengan karakternya yang dingin, hemat daya, namun tetap bertenaga

walaupun score antutu-nya cenderung lebih rendah dari pesaingnya seperti Snapdragon 400, juga Intel Z2560.

Tak heran google mempercayakan chipset ini untuk jajaran Smartphone Android One-nya.

Kelengkapan lainnya yaitu sudah support dual SIM, dan SIM 1 maupun SIM 2 bisa dijajal pada kecepatan HSPA atau 3,5G yang cukup memudahkan untuk gonta ganti paket data. Walau belum support 4G LTE pastinya.

Dan ketika dicoba fitur USB OTG, ternyata flash Disc saya gak bisa kebaca.

Xperia E4 ini sebenarnya punya fungsi untuk memindahkan file2 aplikasi ke memory micro SD, hanya di unit yg saya punya, masih ada bugs yang ngebuat sebagian icon aplikasi yg dipindahkan ke micro SD hilang, walau pas di cek di aplication manager, sebenernya aplikasinya ada.

Udah coba factory reset, dan ganti micro SD sapatau Micro SD-nya yg rusak….. ternyata hasilnya sama aja.

Walaupun saya yakin bakal ada update firmware buat ngebenerin bugs ini.

Daya tahan baterai dengan dual sim standbye masih terbilang ok bertahan hidup selama 17 setengah jam dengan screen on time dikisaran 4 Jam lebih dikit

Jadi secara kinerja, Xperia E4 ini sudah sesuai dengan harganya buat sebuah device racikan brand besar seperti Sony, namun secara konektivitas, E4 akan jauh lebih menarik bagi para pemburu Brand mapan, apabila sudah dibekali oleh konektivitas 4G LTE… sayang banget ya….

Kamera

Sony terkenal sebagai perusahaan pemasok modul kamera berkualitas tinggi.

Namun sayangnya, buat device racikannya sendiri…. yang posisinya ada di perbatasan antara kelas entry level dengan kelas mid ranger, sensor kamera yang diberikan terbilang …. kurang memuaskan.

Ketajaman gambar, reproduksi warna, sampai resistensi terhadap noise terasa …. kurang menggigit gitu…

Lampu flash yang disediakan juga gak bisa banyak bantu hasil akhir kualitas gambarnya ….. karena karakternya yang soft, malah buat  hasil tangkapan menjadi kayak berkabut dengan penyebaran warna putih yg kurang merata.

Namun untungnya…. hasil yang jauh lebih baik….. bisa didapatkan pada situasi dan kondisi pencahayaan yg memadai.

Berbeda dengan kamera belakang 5MP yang masih samadengan seri pendahulunya di Xperia E3, kamera depan di Xperia E4 ini mendapatkan upgrade dari VGA menjadi 2MP yg tentunya lebih bersahabat untuk mengambil foto selfie.

Dan benar saja, hasil tangkapan gaya2 narsis kita terbilang cukup memuaskan dan gak malu-maluin, walau belum setajam kamera2 depan 5MP yg sekarang mulai rame dipasang didepan.

Satu hal yang saya suka dari kameranya adalah software-nya yang punya buanyaaak sekali fitur.

Dari fitur2 yg sifatnya heureuy… atau main2, sampai fitur2 yg bisa mengoptimalkan hasil tangkapan foto kita.

Bahkan kekurangan pada kualitas modul kamera di Xperia E4 ini bisa diminimalisir apabila kita sudah paham buat mengoptimalkan fitur2 software –nya tersebut, dan gak hanya mengandalkan pengaturan Auto aja.

Lebih dari itu, hasil foto yang sudah kita ambil, masih bisa dioptimalkan lagi dengan software foto editor bawaan yg cukup lengkap fungsinya.

Disini Kembali terlihat kematangan Sony di sektor software pendukung kamera yang terbilang lengkap ….. udahdisuntikkan kedalam Xperia E4 ini

Multimedia

Keluaran suara speaker Body-nya terbilang baik dan nggak bermasalah, cukup keras dan detil suara gak hilang sepenuhnya.

Kualitas earphone bawaannya …. walau belum bertipe In Ear Monitor, ternyata mampu mendendangkan koleksi lagu di playlist saya dengan sangat jernih, detil, berhiasi dentuman Bass yang cukup dalam.

Walau agak licin ditelinga, tapi klo bicara soal kualitas keluaran suaranya ….gak jauh beda dengan kualitas keluaran suara kedua earphone In ear yg cukup mahal ini. Mantap sekali

Musik player-nya bisa mengkategorikan playlist berdasarkan Folder, dan cukup memudahkan kita untuk mendownload album art. Hanya sayangnya minus pengaturan equalizer.

Jadi….. Xperia E4 ini gak bakal ngecewain kamu2 yang doyan bermusik, tapi males beli earphone lagi.